Kisah Nabi Saleh AS.
Nabi Saleh diutus untuk menyampaikan ajaran Allah kepada kaum Tsamud.
Kaum Tsamud berada di Al Hijr (Madain Saleh). Setelah azab Allah turun
di daerah tersebut, Nabi Nuh dan kaumnya melakukan perjalanan ke
Ramallah, Palestina. Beliau terus berdakwah hingga wafatnya di Mekah.
Kaum
Tsamud memiliki banyak keahlian, di antaranya terampil bercocok tanam,
beternak, dan arsitektur. Karena keahlian itulah, mereka hidup makmur.
Selain itu, mereka memiliki fisik sangat kuat sehingga sanggup mengukir
gunung-gunung menjadi pemandangan yang indah.
Hal itu membuat
mereka menjadi sombong dan merendahkan kaum lainnya. Selain itu, gaya
hidup mereka selalu dipenuhi dengan kemaksiatan sehingga menyimpang dari
aturan Allah. Kaum Tsamud suka hidup berfoya-foya, mabuk-mabukan,
berzina, dan melakukan tindak kejahatan.
Oleh
karena itu, Allah mengutus Nabi Saleh untuk mengajak kaum Tsamud
kembali ke jalan yang benar. Nabi Saleh berseru dengan suara lantang,
“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain
Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu
pemakmurnya. Karena itu, mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah
kepada-Nya.
Sesungguhnya, Tuhanku amat dekat rahmat-Nya lagi
memperkenankan doa hamba-Nya.”
Mendengar seruan Nabi Saleh, para
penduduk Tsamud marah dan berkata, “Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum
ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan. Apakah kamu
melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami?
Sesungguhnya, kami ragu dan khawatir terhadap agama yang kamu serukan
kepada kami.”
Kemarahan mereka tidak membuat Nabi Saleh mundur
dari dakwahnya. Beliau terus menyerukan kepada mereka untuk beriman
kepada Allah. Sekelompok kecil dari kaum Tsamud menerima dakwah Nabi
Saleh dan beriman kepadanya. Akan tetapi, sebagian besar lainnya, yakni
orang-orang kaya dan berkedudukan, tetap bersikeras untuk menolak ajakan
Nabi Saleh dan mengingkari kenabiannya. Mereka mengatakan bahwa ajakan
Nabi Saleh itu hanyalah omong kosong belaka.
Kenabian Nabi Saleh
masih diragukan oleh sebagian besar kaum Tsamud. Oleh karena itu, mereka
kemudian berkata dengan sinis, “Jika memang engkau adalah seorang nabi,
perlihatkanlah kepada kami mukjizat yang telah Allah berikan kepadamu!”
Nabi
Saleh pun kemudian menerima tantangan mereka dan berkata, “Aku akan
memperlihatkan mukjizat yang diberikan Allah kepadaku. Akan tetapi,
setelah itu, aku minta kalian untuk beriman kepada Allah dan
meninggalkan apa yang telah kalian sembah selama ini.”
Kemudian,
Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk
membuktikan kebenaran risalahnya. Seketika itu pula, Allah memerintahkan
Nabi Saleh agar memukulkan tangannya ke atas permukaan batu yang ada di
depannya. Muncullah seekor unta betina yang sangat besar dan gemuk.
Kemudian, Saleh pun berkata, “Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah,
sebagai mukjizat yang menunjukkan kebenaran untukmu.”
Melihat
peristiwa menakjubkan itu, kaum Tsamud terperanjat sekaligus merasa
kagum. Sebagian mereka percaya dengan kenabian nabi Saleh. Akan tetapi,
kebanyakan dari mereka menganggap bahwa yang dilakukan Nabi Saleh
hanyalah permainan sihir untuk mengelabuhi mereka.
Nabi Saleh
berpesan kepada kaumnya bahwa mereka boleh bergantian memerah dan
meminum susu unta ajaib tersebut secara gratis. Nabi Saleh juga berpesan
agar merawat unta betina tersebut dan tidak mengganggunya.
Jika mereka
mengganggunya, azab Allah akan datang menimpa mereka.
Keberadaan
unta tersebut, di satu sisi, telah memberikan berkah bagi penduduk
Tsamud karena mereka bisa mendapatkan air susu tanpa kekurangan sedikit
pun. Air susu itu begitu banyaknya sehingga mampu mencukupi semua
kebutuhan penduduk negeri tersebut.
Akan tetapi, masalah muncul
ketika unta tersebut meminum banyak air di sumber air penduduk Tsamud.
Banyak ternak mereka yang kekurangan air. Beberapa orang, terutama yang
memiliki kedudukan, semakin ketakutan dengan pengaruh yang dimiliki Nabi
Saleh. Karena itu, mereka kemudian mencoba untuk melakukan sebuah
rencana jahat.
Pada suatu malam, kaum penentang Nabi Saleh
berkumpul untuk membicarakan rencana pembunuhan terhadap unta ajaib
tersebut. Seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan akan menyer
ahkan dirinya kepada siapa saja yang dapat membunuh unta ajaib itu.
Seorang
wanita lain yang memiliki beberapa putri cantik pun menawarkan akan
menghadiahkan salah seorang dari putri-putrinya kepada orang yang
berhasil membunuh unta itu.
Dongeng Anak Islami Cerita Kisah Nabi Saleh AS
Dua
hadiah tersebut telah membuat kaum Tsamud terpikat. Kemudian, di antara
kaum Tsamud tersebut, muncullah dua orang bernama Mushadda’ bin
Muharrij dan Gudar bin Salif yang menyatakan diri sanggup untuk
melakukan tugas tersebut. Dengan bantuan tujuh orang lelaki lainnya,
mereka segera menyusun strategi untuk membunuh unta tersebut. Mereka
bersembunyi sambil mengawasi unta yang sedang menuju tempat minumnya.
Dengan cepat, Musadda’ memanah betis unta tersebut, kemudian disusul
oleh Gudar yang menikamkan pedangnya di perut unta itu. Unta tersebut
terhuyung jatuh dan mati bersimbah darah.
Peristiwa pembunuhan
unta tersebut membuat Nabi Saleh merasa sedih sekaligus marah. Nabi
Saleh memberitahukan kaumnya bahwa azab Allah akan segera datang tiga
hari lagi.
Lebih lanjut. Nabi Saleh menjelaskan bahwa datangnya
azab tersebut akan didahului dengan tanda-tanda. Pada hari pertama, jika
terbangun dari tidurnya, mereka akan menemui wajah mereka menjadi
kuning. Pada hari kedua, wajah mereka berubah menjadi merah. Pada hari
ketiga, wajah mereka akan menjadi hitam. Pada hari keempat, turunlah
azab Allah yang pedih.
Mendengar ancaman tersebut, orang-orang
yang membunuh unta tersebut bersekongkol untuk membunuh Nabi Saleh. Pada
suatu malam, ketika mereka hendak melaksanakan rencana pembunuhan
tersebut, tiba-tiba batu-batu besar yang tidak diketahui dari arah mana
datangnya menimpa kepala mereka. Seketika itu pula, mereka semua mati.
Oleh karena itu, selamatlah Nabi Saleh.
Sebelum hari turunnya azab
yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah, berangkatlah Nabi Saleh
bersama para pengikutnya meninggalkan daerah tersebut. Sepeninggal Nabi
Saleh dan pengikutnya, muncul petir yang menggelegar dan gempa bumi yang
sangat dahsyat datang menyusul. Kaum Tsamud menjadi panik. Mereka
berlarian mencari tempat untuk menyelamatkan diri. Akan tetapi, usaha
mereka sia-sia. Akhirnya, mereka semua binasa.
Hikmah dan Pesan yang dapat diambil dari Cerita Kisah Nabi Saleh AS – Dongeng Anak Islami adalah
- Sikap sabar menerima cemoohan dan sikap pantang menyerah dalam berjuang yang dimiliki Nabi Saleh patut kita jadikan teladan bagi kita dalam membela kebenaran.
- Sikap mernbangkang kaum Tsamud terhadap perintah Allah mengakibatkan mereka mengalami kehancuran.
- Kelemahan iman dapat menjadikan kita sombong atas kelebihan yang kita miliki dan menentang perintah Allah. Akibatnya, sikap ini dapat mendatangkan azab.
- Janji Allah pasti akan terjadi maka kita harus berhati-hati dalam setiap langkah dan perbuatan kita.
-Annisa Arya Ramadhanti